Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin Resmikan IHDN PRESS dan Launching Buku IHDN Zaman Now

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin 19 Februari 2018  launching Buku IHDN Zaman Now sekaligus meluncurkan dan meresmikan penerbitannya IHDN PRESS. Acara ini menjadi tonggak sejarah khususnya bagi Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar khususnya akan keberadaan IHDN Press yang telah secara resmi menjadi Badan Penerbitan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Pak Menteri sangat mengapresiasi langkah inovatif Tim IHDN Denpasar dalam mengembangkan IHDN Press. Hal ini tampak dalam ungkapan antusias Pak Menteri berikut:

“…Apalagi ada IHDN PRESS, itu luar biasa…Penerbitan.. Penerbitan itu adalah tolak ukur, ciri, identitas dari sebuah lembaga pendidikan tinggi..bergerak atau tidak, berkembang atau tidak …apalagi ini perguruan tinggi maka seluruh pemikiran kita, seluruh kajian, studi-studi penelitian apapun yang kita lakukan haruslah disebarluaskan, haruslah diketahui oleh sebanyak mungkin kalangan…dan penerbitan adalah upaya yang sangat strategis..” (Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin, 19 Februari 2018)

Bapak Menteri menekankan pentingnya mengikuti perkembangan zaman now utamakan dalam hal penggunaan teknologi inovatif  kekinian dalam IHDN Press yang tentunya sudah dilakukan oleh TIM IHDN Pres untuk mengembangkan beberapa website dan aplikasi elektronik terkait hal ini. Beliau mengungkapkan:

“..IHDN Press jangan hanya dibayangkan itu menerbitkan majalah atau bulettin… dikembangkan sejumlah website sejumlah aplikasi yang juga menjelaskan, karena publik ini haus untuk mendapatkan ajaran Hindu yang benar. Jangan sampai website-website kita situs-situs kita diisii oleh orang-orang yang sebanarnya tidak punya otoritas untuk menjelaskan tentang ajaran Agama Hindu dan kita  tidak tahu motifnya seperti apa yang kadang-kadang justru membuat kesalahpahaman, jadi memang diperlukan sosialisasi apalagi di dunia sosial media yang sangat marak ini…”

 

Dalam kuliah umum Pak Menteri juga mengungkapkan terkait “peran agama yang berfungsi untuk menjalin merajut merangkai kemajemukan kita yang sangat beragam, nilai-nilai agama menyatukan kita semua”. :Lebih lanjut Beliau mengungkapkan akan esensi agama, intisari dari agama yang pada dasarnya semuanya memiliki prinsip yang sama. Sangat lugas juga pak Mentri mengungkapkan

” Saya tentu menyambut sangat baik peluncuran Buku IHDN Zaman Now…  seluruh civitas akademika IHDN Denpasar…, semua yang menjadi bagian dari keluarga besar IHDN, saya minta  untuk betul-betul memahami sejarah IHDN ini,  supaya ada proses internalisasi pada diri setiap kita akan eksistensi kita , dan dengan cara seperti itu harapannya tentu akan lahir komitmen, akan lahir motivasi inspirasi  untuk bagaimana institusi  yang ikut membesarkan kita ini juga bisa kita kembangkan di masa-masa yang akan datang, komitmen itulah yang kita perlukan”

Sambutan Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si yang  dalam kesempatan tersebut mengatakan, kehadiran Menag RI, Bapak Lukman Hakim dalam ini menjadi tonggak sejarah bagi segenap civitas akademika IHDN Denpasar.. Bapak Rektor juga mengungkapkan terkait IHDN Denpasar menjadi ikon Kampus Kerukunan. “Semoga hari ini menjadi momentum bagi kami untuk belajar melakukan lompatan-lompatan kecil menuju perubahan yang lebih baik,” ungkap Pak Rektor.

Acara dilengkapi dengan beberapa nuansa kesenian seperti Tarian Cak , Tari Kebesaran IHDN Denpasar dan nuansa seni lainnya yang menambah keindahan dan kemeriahan acara ini. Puncak acara adalah  Launching Buku IHDN Zaman Now dan Peresmian IHDN Press oleh Bapak Menteri Agama RI dan penyerahan buku pada perwakilan tokoh-tokoh agama Hindu. Acara turut dihadiri oleh juga oleh Para Sulinggih, Tokoh-tokoh Agama Hindu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemenag RI, Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag RI,Gubernur Provinsi Bali atau yang mewakili, Bupati, Kepala kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali,   PHDI, seluruh tamu undangan dan seluruh keluarga besar civitas akademika IHDN Denpasar.

TIM IHDN PRESS

Tinggalkan Balasan